Datadapat berupa nilai, atribut, karakter, bunyi, maupun gambar yang mampu dijadikan sebuah informasi. Sebuah informasi mampu menjadi data ketika informasi tersebut digunakan kembali untuk pengolahan sistem informasi berikutnya. Dalam ilmu komputer, data ialah seluruh sesuatu yang menempatkan dalam ingatan berdasarkan pola tertentu.
Carayang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data adalah??. Question from @Yusnaeni15feb2001 - Sekolah Menengah Atas - B. indonesia. Cara yang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data adalah?? Metimaryati65 Verified answer 1. Buat kolom 2. Carilah informasi2 yg terdapat di internet, koran, majalah, dll
Analisisdeskriptif memiliki dua proses yang berbeda di dalamnya berupa deskripsi dan interpretasi. Jenis metode ini biasa digunakan dalam menyajikan data statistik. Baca juga: 5 Data analytics tools terbaik sesuai kebutuhanmu. 2. Analisis regresi. Metode regresi adalah cara yang tepat untuk digunakan dalam membuat data prediksi dari tren masa
1 Column Chart Digunakan untuk menunjukkan perbandingan data atau menunjukkan perubahan data dalam suatu periode waktu. Contoh Penggunaan: Seorang direktur pemasaran membutuhkan data pendapatan
CaraMengumpulkan Data dan Informasi yang Akurat. Bagi sebuah perusahaan, memiliki data dan informasi yang akurat adalah hal yang sangat penting, utamanya adalah untuk melakukan inovasi-inovasi yang saling berkaitan. Memperoleh data dan informasi yang akurat bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: - Wawancara
Andaharus menetapkan dulu data apa yang ingin Anda ukur dan bagaimana cara efektif untuk mengukurnya. 2. Pengumpulan Data. Setelah mengetahui data apa yang ingin Anda ukur, pada tahap ini Anda bisa langsung mengumpulkan data tersebut. Sebelum mengumpulkannya, tentukan dulu metode pengumpulan data yang tepat.
. Contoh infografis di Indonesia © FreepikTerdapat beberapa metode atau cara untuk dapat meningkatkan trafik sebuah konten, salah satunya adalah dengan menambahkan media infografis. Banyak orang, khususnya pelaku bisnis yang bergerak dalam bidang pengembangan konten yang membutuhkan infografis untuk dapat menarik pembaca lebih banyak demikian? Karena dari beberapa hasil temuan di lapangan, mayoritas audiens lebih tertarik kepada konten yang lebih banyak menyajikan bentuk visual untuk meningkatkan brand awareness pada sebuah perusahaan. Alasan lainnya, infografis juga dapat merangkum informasi penting menjadi lebih singkat, padat, mudah dipahami dan jelas hanya dalam satu gambar cara membuat infografis yang mudah dan benar? Pada artikel kali ini, kami akan memberikan langkah atau tips dan trik untuk dapat membuat sebuah infografis sebagai langkah awal dalam mengembangkan konten yang InfografisInfografis adalah media informasi yang disajikan dalam bentuk teks, serta dipadukan dengan beberapa elemen visual seperti gambar, ilustrasi, grafik, dan atau dalam bahasa inggris berasal dari kata infographic, juga sangat identik dengan penambahan data dalam bentuk angka yang dikemas dalam berbagai paduan warna desain yang menarik. Hal tersebut dapat membuat konten anda menjadi lebih interaktif, estetik, dan atraktif di mata Infografis dan ContohnyaFoto PexelsTerdapat beberapa pembagian jenis dari infografis itu sendiri. Setiap pembagiannya disesuaikan dengan konten yang akan disajikan. Berikut merupakan beberapa StatisJenis yang pertama, yaitu bentuk visual statis. Dimana, infografis disajikan dalam bentuk yang sederhana tanpa menggunakan audio dan animasi bergerak. Bentuk visual statis hanya memberikan tampilan berupa gambar atau ilustrasi yang dapat menjelaskan suatu konten atau topik yang akan anda infografis jenis statis ini biasanya digunakan dalam sebuah konferensi untuk memaparkan hasil penelitian maupun presentasi untuk memberikan informasi secara jelas dan efektif kepada audiens. Penyajian data lebih mudah dan tidak berbelit jika menggunakan metode AnimasiPembuatan animasi bergerak © UnsplashJenis yang kedua, yaitu bentuk animasi bergerak. Di dalam sebuah animasi sendiri memuat beberapa elemen penting, yaitu audio dan visual. Keduanya akan digabungkan dengan konsep yang sesuai dengan kebutuhan konten atau bisnis anda. Jenis animasi juga terbagi lagi menjadi dua, yaitu yang bersifat dua dimensi dan tiga dimensi. Contoh infografis jenis animasi dapat anda temukan pada platform Youtube, maupun televisi. Banyak sekali content creator yang memanfaatkan platform Youtube untuk mengembangkan hanya dari Youtube saja, saat ini banyak sekali pelaku industri digital yang memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk menyalurkan konten yang bersifat edukatif maupun bisnis. Jadi, anda dapat memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk mengembangkan animated InteraktifJenis yang terakhir merupakan infografis yang lebih kompleks daripada jenis statis dan animasi. Perbedaan mendasar terletak pada sasaran informasi, dimana dapat melakukan interaksi langsung kepada data yang telah tersaji. Pada bentuk interaktif ini anda harus belajar mengenai bahasa pemrograman ataupun juga dapat bekerja sama dengan programmer atau developer untuk membuat sebuah media interaktif. Contoh infografis jenis interaktif adalah sebuah penyajian informasi yang ditampilkan dengan bantuan beberapa elemen seperti tombol atau button. Sehingga, informasi tersebut ketika ditelusuri akan memberikan informasi yang lebih banyak dan user dapat mengakses data dengan lebih cepat, tepat, dan Membuat InfografisPembahasan berikutnya, masuk pada topik mengenai bagaimana menyusun pembuatan sebuah infografis. Berikut ini merupakan tutorial dalam mengembangkan sebuah media infografis dengan Menentukan Topik BahasanLangkah pertama untuk membuat infografis yang menarik adalah menentukan topik atau tujuan awal konten sesuai dengan kebutuhan produk bisnis anda. Sebelum anda membuat desain atau layout, anda harus mempersiapkan dengan matang konsep awal dalam pembuatan ide terlebih untuk melakukan riset mengenai target user yang akan anda tuju. Kemudian, anda juga harus memperkirakan, apakah infografis yang akan dibuat memiliki tingkat relevansi yang tinggi di masa sekarang atau tidak. Hal tersebut dapat menentukan dari trafik yang akan anda dapatkan Menentukan Audiens atau Target UserMenentukan audience © UnsplashLangkah yang kedua, anda harus memfokuskan pada target audiens sesuai dengan kebutuhan konten. Anda juga dapat menentukan beberapa elemen untuk menentukan audiens secara spesifik. Misalnya saja dapat ditentukan berdasarkan gender, usia, profesi, latar belakang pendidikan, hingga menentukan target yang lebih spesifik, maka dapat meningkatkan keberhasilan campaign dari konten anda agar lebih sesuai dengan target user yang dicapai. Tentu saja, dalam penyajian infografis bagi anak muda dengan orang yang lebih tua sangat berbeda jika dilihat dari sisi struktur elemen seperti warna, font, animasi, ataupun ilustrasi. 3. Mengumpulkan Data dan Sumber ReferensiProses pengumpulan data © UnsplashLangkah yang ketiga, setelah berhasil menyusun topik dan menentukan audiens, selanjutnya adalah mengumpulkan sumber informasi dan referensi terkait pembuatan sebuah konten. Anda dapat memanfaatkan berbagai media atau platform untuk mencari berbagai sumber informasi dan insight melalui internet, buku, jurnal, artikel, maupun sumber informasi berbasis website maupun data asli di lapangan. Di zaman yang serba teknologi ini, kita dapat menggunakan berbagai cara, tidak hanya secara konvensional saja, namun juga dapat dilakukan Memvisualisasikan Data ke dalam InfografisLangkah yang berikutnya adalah dengan mengimplementasikan data dalam bentuk visual sehingga membentuk sebuah struktur infografis yang terstruktur. Pada tahap ini, kami merekomendasikan anda untuk menggunakan metode ICCORE Inform, Compare, Change, Organize, Relationship, dan Explore dapat anda implementasikan untuk memvisualisasikan data anda. Berikut beberapa keterangan mengenai metode tersebut. a InformPastikan data dapat menyampaikan pesan penting dari konsep yang anda kembangkan. b Compare Suatu data dapat dibandingkan antara konteks satu dengan konteks yang lain, dapat berupa diagram batang, garis, dan lain sebagainya. c ChangePada kategori ini, konten dapat berisikan perubahan data, kronologi, hingga cerita mengenai produk, perusahaan atau personal brand dari waktu ke waktu. d OrganizeSelanjutnya, kategori ini digunakan untuk menunjukkan informasi seputar ranking, pola, atau siklus yang saling berurutan. Anda dapat menggunakan diagram flowchart, tabel, maupun mind mapping. e RelationshipBerikutnya, data juga dapat menunjukkan hubungan yang lebih kompleks pada suatu konteks. Contoh penggunaanya dapat berupa scatter plot maupun multi-series plot. f ExploreKategori yang terakhir, pengguna dapat mengeksplorasi atau menjelajahi infografis anda secara lebih detail untuk menambah wawasan yang lebih Merancang Struktur Grid LayoutGrid © UnsplashLangkah yang kelima, yaitu menentukan rancangan grid layout. Tujuan untuk pembuatan sebuah grid adalah menyeimbangkan tata letak dalam setiap elemen seperti, teks, gambar, ilustrasi, dan elemen yang membuat sebuah layouting, pastikan untuk menyesuaikan dengan kondisi perilaku user dalam membaca informasi anda. Gunakan struktur grid untuk membantu dalam penyusunan elemen agar audiens lebih mudah dalam membaca dan memahami konten yang anda Menggunakan Template Foto PexelsMenciptakan sebuah desain infografis mulai dari nol hingga tahap akhir mungkin membutuhkan waktu lama dan sumber daya yang besar. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan cara menggunakan berbagai template gratis yang telah disajikan di berbagai platform website design adanya template, sangat memudahkan pengembang dalam membuat desain lebih cepat dan dapat mengatur dengan efektif setiap unsur elemen dan konten yang digunakan. Setelah template terbentuk, pastikan juga memiliki keselarasan dengan struktur grid yang telah dibuat Menambahkan Style pada DesainMenentukan style design © UnsplashDan langkah terakhir adalah dengan menambahkan format style untuk memberikan kesan menarik dan menguatkan desain dari infografis anda. Dalam pembuatan style, pastika untuk memperhatikan setiap elemen visual seperti teks, gambar, warna, tombol, dan elemen lain supaya dapat memudahkan pembaca dalam memahami konten Infografis1. Informasi yang Disampaikan Lebih Mudah Dipahami Infografis dapat menyampaikan informasi atau data yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami juga diingat oleh audience. Penyampaian data dalam bentuk visual yang dikemas secara ringkas. Struktur umum pada pembuatan visualisasi data terdiri dari judul, pengantar, inti data, kesimpulan, dan referensi data yang ini memungkinkan pembaca untuk dengan mudah menangkap informasi yang disajikan secara efektif. Pembuatan diagram informasi jauh lebih menarik dibandingkan dengan pembahasan data yang hanya menggunakan teks, sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah diingat oleh 2. Meningkatkan Efektivitas Pemasaran Melalui Media DigitalPenggunaan infografis untuk pemasaran melalui media digital memberikan tampilan yang profesional dan dapat dipercaya karena didasarkan pada data yang valid dan dikemas dengan cara yang mudah dipahami serta dilengkapi dengan referensi. Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan dan minat terhadap produk, jasa, atau informasi yang disampaikan, sehingga pemasaran melalui media digital dapat berjalan dengan lebih efektif 3. Mampu Menarik Minat PembacaAdanya tambahan elemen desain yang menarik, tampilan visualisasi data dapat meningkatkan minat audience untuk membaca informasi dibandingkan dengan teks panjang. Bentuk diagram data dapat digunakan dalam landing page maupun konten blog atau website dengan berbagai macam materi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Infografis dapat memuat berbagai informasi, dari yang sederhana hingga yang kompleks seperti pembahasan data Infografis1. Membutuhkan Waktu Lebih Lama Dalam membuat infografis perlu mengumpulkan data juga desain visual, oleh karena itu membutuhkan waktu yang lama untuk menyampaikan informasi dalam bentuk sebuah ilustrasi Kesalahan InterpretasiInfografis yang tidak tepat dapat mengakibatkan kesalahan interpretasi data atau informasi yang disampaikan. Selain itu, audience juga akan kesulitan dalam memahami informasi atau data yang tersaji Penggunaannya TerbatasInfografis tidak selalu cocok untuk semua jenis data atau informasi, terutama data yang tidak dapat divisualisasikan secara Tips Membuat Infografis yang Menarik Setelah mempelajari bagaimana cara membuat infografis dan kelebihan juga kekurangannya. Selanjutnya Anda akan belajar mengenai tips membuat infografis yang dapat Menentukan Tujuan dan Target Audiens yang SesuaiSebelum membuat infografis, tentukan terlebih dahulu tujuan dan target audiens. Hal ini akan membantu Anda memilih topik dan gaya visual yang sesuai untuk menarik perhatian target Mengumpulkan Data yang Valid dan RelevanInfografis yang menarik harus didukung oleh data yang valid dan relevan. Pastikan bahwa data yang digunakan berasal dari sumber yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.Foto Pexels3. Membuat Struktur yang JelasStruktur yang jelas dapat memudahkan audience dalam memahami informasi. Oleh karena itu, penting untuk membuat struktur sebelum membuat infografis dengan menyusun informasi secara teratur dan sistematis. 4. Membuat Desain Visual yang MenarikDesain visual yang menarik seperti penggunaan warna-warna yang kontras, grafik, dan ilustrasi dapat meningkatkan daya tarik infografis. Namun, perlu pastikan bahwa desain visual yang dibuat tidak terlalu rumit sehingga sulit Menggunakan Tipografi yang TepatMenggunakan tipografi yang tepat dengan memilih jenis huruf yang mudah dibaca. Selain itu, lebih baik menghindari penggunaan terlalu banyak font yang berbeda dan menggunakan font yang sama untuk memudahkan pembaca dalam membaca infografis.Foto Pexels6. Membuat Infografis yang Sederhana dan Mudah DipahamiInfografis yang efektif harus mudah dipahami oleh pembaca. Lebih baik menghindari penggunaan data yang terlalu kompleks dan menyusunnya menjadi informasi yang Menggunakan Format yang SesuaiFormat yang digunakan disesuaikan dengan jenis informasi yang ingin disampaikan. Misalnya, format vertikal cocok untuk menampilkan data bertingkat, sedangkan format horizontal cocok untuk menampilkan data Melakukan Trial and ErrorSebelum di publish, sebaiknya melakukan uji coba pada beberapa orang untuk melihat apakah infografis yang dibuat sudah dapat dipahami oleh audience dengan mudah atau belum. Apabila terdapat kesalahan atau kekurangan, Anda bisa langsung memperbaikinya terlebih Rekomendasi Platform Website Gratis Pengolah InfografisBerikut ini merupakan beberapa rekomendasi platform website untuk membantu anda dalam proses perancangan desain infografis yang menarik dan juga Canva Infographic Canva merupakan tools online yang sering digunakan untuk membuat brosur hingga slide presentasi. Anda dapat menggunakan Canva untuk membuat infografis dengan lebih cepat dan mudah. Tools ini dapat anda gunakan secara gratis dengan mendaftarkan akun terlebih Foto Pexels2. PiktochartPiktochart adalah pilihan terbaik untuk membuat berbagai macam infografis yang berbeda. Anda juga dapat membuat dengan berbagai format yang berbeda, mulai dari ukuran poster, powerpoint, hingga InfogramDalam platform website Infogram digunakan untuk membuat template infographics sederhana dan mudah untuk digunakan. Infogram merupakan pilihan yang tepat untuk membuat data VizualizeVizualize merupakan platform website untuk mengolah dan merancang infographic dengan tipe yang berbeda. Website ini juga mempunyai fitur untuk membuat sebuah resume atau CV dengan format yang lebih advanced, dan VenngageVenngage memiliki fitur yang hampir sama dengan Canva. Anda dapat mengembangkan desain poster, laporan, promosi, hingga infographic melalui platform ini. Opsi lain dari website ini juga menyediakan beberapa kategori seperti statistik, informasi, timeline, geografi, dan lain – VismeVisme tergolong ke dalam tool online yang masih baru. Namun, memiliki berbagai fitur yang lengkap seperti presentasi, mockup, banner, poster, infographic dan lain sebagainya. Beberapa template telah tersedia dalam Visme, baik pada akun gratis, maupun premium. 7. BiteableSelain konten yang hanya berupa teks atau gambar saja, infographic juga tersedia dalam format video. Anda dapat mencoba dengan memanfaatkan fitur pembuat klip video atau animasi pendek dengan menerapkan berbagai multimedia yang ada. Manfaat InfografisPada pembahasan yang selanjutnya, masuk pada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan grafik informasi berikut Meningkatkan Brand AwarenessInfografis juga dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan brand awareness dari produk bisnis anda. Dengan cara, menyisipkan logo brand perusahaan anda supaya pembaca dalam mengenal dan mengetahui logo anda dengan lebih Meningkatkan Optimalisasi SEOSEO © UnsplashSetelah banyak pembaca yang mengenal brand miliki anda, selanjutnya melakukan optimasi SEO dengan tepat. Anda dapat mulai dengan memposting dan melakukan promosi mengenai infografis tersebut. Tambahan backlink juga sangat bermanfaat untuk mendukung performa dari Mudah Dibagikan Menyebarkan informasi melalui jejaring sosial © UnsplashMembagikan infografis dapat secara lebih mudah dengan menempelkan pada blog atau artikel. Secara otomatis, pengunjung juga dapat membagikannya melalui jejaring sosial yang sering digunakan, seperti Facebook, Twitter, dan Menumbuhkan Minat MembacaTampilan yang menarik juga dapat meningkatkan minat pembaca. Cara untuk menumbuhkan hal tersebut dengan memperbaiki tampilan visual akan terlihat lebih user friendly dan tidak membosankan saat Sebagian Media Promosi yang EfektifInfografis sebagai media promosi © UnsplashAudiens cenderung lebih menyukai konten yang dibuat lebih sederhana, namun konteks yang dicapai sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan adanya infographic, maka membuka peluang untuk melakukan promosi secara lebih efektif dan pembahasan tentang apa itu infografis dan alasan mengapa penggunaannya sangat penting untuk era sekarang. Infografis dapat berguna kapan saja saat Anda membutuhkan informasi dengan cepat dan mudah Development ServiceSekawan Media menyediakan jasa pembuatan website profesional untuk membantu optimalkan bisnis Anda secara digital.
Data dan informasi merupakan dua hal yang boleh dikatakan tidak dapat dipisahkan. Mengapa? Karena data adalah catatan suatu fakta mengenai suatu hal. Namun berbagai catatan fakta dari data itu belum dapat dikonsumsi. Hal tersebut karena data dapat mengalami kejenuhan jika jumlahnya terlalu banyak dan belum diolah. Oleh karena itu, data biasanya dikelola dan diproses dengan cara tertentu agar menjadi informasi. Ya, informasi merupakan hasil pengolahan data dengan cara tertentu sehingga lebih berarti dan berguna bagi penerimanya Prehanto, hlm. 2020, hlm. 12. Dalam kaitannya dengan bidang informatika maupun teknologi informasi secara umum, data dan informasi adalah dua substansi utama yang digeluti. Oleh karena itu membuka cakrawala perihal data dan informasi secara cermat merupakan jalan peting yang harus diarungi untuk menggeluti bidang tersebut. Berikut adalah berbagai uraian mengenai konsep dan pengertian dari data dan informasi. Dalam bahasa latin, data merupakan bentuk jamak dari datum yang berarti sesuatu yang diberikan. Dari pengertian tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa data adalah sesuatu yang diberikan atau dicatat. Misalnya, seseorang memberikan pandangannya mengenai suatu hal, lalu kita mencatatnya, maka sesuatu yang kita rekam tersebut akan menjadi data. Menurut Rusmawan 2019, hlm. 34 Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Pengertian singkat namun telah memberikan esensi dari pengertiannya. Sementara itu, menurut Elmasri dan Shamkant dalam Reksoatmodjo, 2018, hlm. 3 Data didefinisikan sebagai representasi objek atau peristiwa yang memiliki makna dan peran yang penting bagi pengguna, yang disimpan dengan tipe data yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Pendapat lain mengatakan, bahwa data merupakan sebuah rekaman dari fakta, konsep, atau instruksi yang harus diproses untuk menjadi sebuah informasi yang dapat dimengerti oleh manusia. Data dapat dicatat manual seperti ditulis pada buku bertabel, atau disimpan pada media penyimpanan elektronik seperti hard drive, flashdisk, dsb. Dalam kaitannya dengan media elektronik, data tidak hanya dapat berupa angka atau teks, melainkan dapat berupa video, gambar, suara, dsb. Maka dari itu, pengertian data pada era ini juga dapat diperluas menjadi data berupa fakta, konsep, instruksi, grafik, suara, serta video. Dapat disimpulkan bahwa pengertian data adalah kumpulan fakta yang disimpan dengan tipe data yang terstrukur maupun tidak terstruktur dalam suatu media penyimpanan untuk kemudian dapat diolah agar dapat menghasilkan suatu informasi. Basis Data / Database Dalam suatu penelitian ilmiah, suatu tesis atau terkaan penelitinya baru akan dianggap valid jika data yang dikumpulkan telah cukup dan mampu membuktikan validitasnya. Kecukupan data tersebut tentunya sangat relatif pada jenis penelitian yang dilakukan. Namun pada akhirnya sifat dasar data adalah mencatat atau merekam setiap fakta yang di dapatkan. Semakin banyak fakta yang dikumpulkan tentunya semakin besar pula kemungkinan untuk diolah agar dapat menghasilkan informasi yang baik pula. Ihwal pengumpulan data yang secara terus-menerus tersebut, suatu data yang dikepul terus-menerus dalam tujuan atau kebutuhan yang sama akan menjadi suatu kesatuan yang disebut dengan basis data atau database. Menurut Badiyanto dan Ardhana 2018, hlm. 83 database adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas file yang saling berhubungan atau relational dengan tata cara tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Basis data adalah format “penampungan” data yang sangat powerful. Buktinya, semua perangkat lunak terutama program sistem informasi sangat bergantung pada basis data. Melalui format database ini, berbagai kemungkinan untuk menyajikan data menjadi informasi sangatlah beragam. Kita dapat menggunakan basis data untuk menyajikan diagram, memiliki relasi dengan tabel data lain untuk memasukan berbagai faktor pengubah atau sebagai data master saja, dsb. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Hidayatulah dan Kawistara 2017, hlm. 142 yang mengungkapkan bahwa basis data dapat didefinisikan sebagai himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Setelah kita telah memiliki data yang memiliki peran penting bagi pengguna dalam struktur tetentu, maka pengolahan data adalah tahap selanjutnya. Pengolahan data ini tentunya dapat dilakukan secara manual, menggunakan perangkat lunak spreadsheet seperti Excel, atau diotomtisasi oleh suatu perangkat lunak. Pengolahan data tersebut selanjutnya akan menghasilkan informasi. Pengertian Informasi Menurut Anggraeni dan Irviani 2017, hlm. 13 Informasi adalah sekumpulan data/fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima/pengguna. Arti dalam pemahaman informasi berarti data yang diolah telah memiliki nilai lebih atau berhasil meraih tujuan yang ingin dicapai dalam pengolahannya. Misalnya, jika data yang dikepul bertujuan untuk memperkirakan potensi kemenangan seseorang terpilih menjadi presiden, maka informasi yang disampaikan harus mampu membantu untuk meramalkannya dengan baik. Informasi yang berkualitas akan mampu membantu peneliti untuk mengambil kesimpulan atau keputusan objektif berdasarkan data yang telah terkumpul. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang dikelola dan diproses sehingga memiliki tujuan tertentu untuk menghasilkan suatu pembantu pengambil kesimpulan yang berdasarkan fakta yang telah berjalan berdasarkan siklus informasi yang dimulai dari dasar data hingga telah diproses menjadi output informasi yang dapat digunakan sebagai keputusan tindakan. Karakteristik Informasi Berkualitas Dalam kaitannya dengan tingkat keberhasilan informasi dalam melayani tujuannya maka tidak akan lepas dari kualitas dari informasinya itu sendiri. Informasi yang disajikan haruslah berkualitas yang berarti memenuhi kriteria tertentu. Seperti yang diungkapkan oleh Gelinas dan Dull 2012, hlm. 19 yang menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik informasi yang berkualitas, yakni sebagai berikut. Effectiveness berkaitan dengan informasi yang relevan dan berkaitan dengan proses bisnis yang di sampaikan dengan tepat waktu, benar, konsisten dan dapat digunakan. Efficiency informasi yang berkaitan melalui penyediaan informasi secara optimal terhadap penggunaan sumber daya. Confidentiality karakteristik informasi yang berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan informasi serta validitasnya sesuai dengan nilai-nilai bisnis dan harapan. Integrity karakteristik informasi yang berkaitan dengan perlindungan terhadap informasi yang sensitif dari pengungkapan yang tidak sah. Availability suatu karakteristik informasi yang berkaitan dengan informasi yang tersedia pada saat diperlukan oleh proses bisnis baik sekarang, maupun di masa mendatang, hal ini juga menyangkut perlindungan sumber daya yang diperlukan dan kemampuan yang terkait. Compliance yaitu karakteristik informasi yang berkaitan dengan mematuhi peraturan dan perjanjian kontrak di mana proses bisnis merupakan subjeknya berupa kriteria bisnis secara internal maupun eksternal. Reliability karakteristik informasi yang berkaitan dengan penyediaan informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan entitas dan menjalankan tanggung jawab serta tata kelola pemerintahan. Referensi Anggraeni, E. Y. & Irviani, R. 2017. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta Andi. Badiyanto, & Ardhana, Y. M. K. 2018. Project PHP Membangun Sistem Informasi Akademik dengan Framework Codeigniter. Buczkowski, Ed.. Yogyakarta CV. Langit Insiprasi. Hidayatullah, Priyanto & Kawisara, 2017. Pemrograman Web. Bandung Penerbit Informatika. Kristanto, Andi. 2018. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta Gava Media. Prehanto, 2020. KONSEP SISTEM INFORMASI 1st ed.; I. K. D. Nuryana, ed.. Surabaya Scopindo Media Pustaka. Reksoatmodjo, Wahyuni. 2018. Analisis Dan Perancangan Sistem Basis Data. Yogyakarta ANDI. Rusmawan, Uus. 2019. Teknik Penulisan Tugas Akhir dan Skripsi Pemrograman. Jakarta PT Elex Media Komputindo.
Penyajian data termasuk salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang dilakukan. Hal ini bertujuan agar informasi yang disampaikan dapat dipahami sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Maka dari itu data harus disajikan dengan sederhana dan jelas agar mudah untuk dibaca. Dalam statistika, ada beberapa cara penyajian data yang dapat digunakan. Masing-masing cara penyajian data, diperuntukkan untuk data yang tertentu. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini. Daftar isiTujuan Penyajian Data7 Cara Penyajian Data1. Narasi2. Tabel3. Diagram Lingkaran Pie Chart4. Diagram Batang5. Diagram Garis6. Diagram Gambar Pictogram7. Diagram Pencar Plot Tujuan Penyajian Data Memberikan gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil dari penelitian atau observasi. Data lebih cepat ditangkap, dipahami, dan dimengerti. Memudahkan observer dalam membuat analisis data. Membuat proses pengambilan kesimpulan dan keputusan lebih tepat, cepat, dan akurat. Dalam statistika ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyajikan data, antara lain 1. Narasi Penyajian data dalam bentuk narasi atau secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran suatu penyakit di daerah pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Data yang disajikan merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif. 2. Tabel NilaiFrekuensi506604707803Jumlah20Contoh penyajian data dalam bentuk tabel Penyajian data dalam bentuk tabel mementingkan keakuratan data. Karena setiap kolom dan baris pada tabel harus memuat informasi yang sangat detail. Sehingga informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan. Ada dua macam tabel yaitu, tabel biasa dan tabel distribusi frekuensi. Setiap tabel berisi judul tabel, judul setiap kolom, nilai data setiap kolom, dan sumber data. 3. Diagram Lingkaran Pie Chart Contoh penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran Diagram lingkaran merupakan bentuk penyajian data dalam bentuk sektor-sektor lingkaran. Total nilai diubah dalam sektor 360°. Penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran sangat tepat untuk keperluan perbandingan. Cara pembuatannya yaitu Buatlah lingkaran dengan ukuran yang sesuai dengan data dalam bentuk derajat. Misalnya data dalam jumlah orang. Apabila ada 60 orang, maka setiap orang akan memerlukan luas 360°/60 = 6°.Hitung luas yang diperlukan oleh tiap kelompok data dalam luas kelompok data tersebut dalam lingkaran menggunakan busur derajat, bisa dimulai dari sembarang titik. 4. Diagram Batang Contoh penyajian data dalam bentuk diagram batang Diagram batang merupakan suatu diagram yang digambarkan menggunakan batang-batang persegi atau balok. Diagram ini cocok digunakan untuk kepentingan perbandingan. Diagram batang dapat memuat lebih dari satu jenis data. Dalam menggambar diagram batang membutuhkan sumbu vertikal dan horizontal. Sumbu vertikal dan horizontal dibagi menjadi beberapa skala yang sama. 5. Diagram Garis contoh penyajian data dalam bentuk diagram garis Diagram garis digunakan untuk menggambarkan suatu data berkala/berkelanjutan atau menunjukkan perkembangan suatu keadaan. Misalnya produksi minyak setiap tahun, jumlah kelahiran setiap tahun, dan lain-lain. Dalam diagram garis terdapat sumbu vertikal sumbu y yang menunjukkan frekuensi. Dan sumbu horizontal sumbu x untuk menunjukkan variabel tertentu. 6. Diagram Gambar Pictogram Diagram gambar merupakan diagram yang dalam penyajiannya menyertakan gambar-gambar sebagai ilustrasi. Hal ini bertujuan agar diagram terlihat lebih menarik. Lambang yang dipilih biasanya tergantung pada karakteristik data yang disajikan. Misalnya data jumlah penduduk dilambangkan dengan gambar orang, data gedung dilambangkan dengan gedung, dan lain-lain. 7. Diagram Pencar Plot Diagram plot merupakan jenis sajian data matematis yang dituangkan dalam diagram kartesius. Variabel pertama diletakkan pada sumbu vertikal dan variabel kedua diletakkan pada sumbu horizontal. Koordinat dari titik tersebut adalah plot datanya. Jadi, diagram plot merupakan himpunan titik-titik dalam diagram kartesius. Diagram plot sering disebut juga scatter diagram, scatter chart dan scatter graph. Demikianlah pembahasan lengkap terkait dengan penyadian data statistika. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Seorang mahasiswa pendidikan matematika di Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang suka bermain dengan logika. Founder
Penyajian data tentu saja menjadi sangat penting bagi proses penghitungan statistik dan statistika di dalam ruang lingkup penelitian. Baik dalam jenis penelitian kuntitataif ataupun kualitataif perolehanan akan data-data yang akurat diperlukan guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan realita sesungguhnya. Oleh karena itulah sebagai setiap hasil dan laporan penelitian, termasuk contoh penelitian geografi tidak terlepas daripada prosedur penyajian data ini. Penyajian data dikenal dengan juga mekanisasi yang dipergunakan dalam sebuah laporan penelitian untuk menyajikan rangkaian angka numerik penomoran agar mudah dibaca. Sehingga secara umumnya, data-data penelitian tersebut dapat disajikan kepada khalayak umum dengan sangat mudah. Hal ini juga dijlankan leh peneliti, sehingga nantinya diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Pengertian Penyajian Data Penyajian data adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang penelitian, baik individu ataupun berkelompok untuk melengkapi proses pembuatan laporan atas hasil penelitian kuantitatif/kualitataif yang telah dilakukan, sehingga senantianysa bisa dianalisis sesuai dengan standar keilmiahanan. Pengertian Penyajian Data Menurut Para Ahli Adapun definisi penyajian data menurut para ahli, antara lain sebagai berikut; Yuni 2011, Penyajian data adalah rangkaian kegiatan dalam proses penyelesaian hasil penelitian dengan mempergunakan metode analisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini dilakukan guna mempermudah data-data yang telah dikumpulkan. Bambang Widjanarko, Pengertian penyajian data adalah bagian integral dalam pembuatan laporan penelitian yang disusun dengan langkah sederhana tetapi membantu setiap orang untuk dapat memahaminya. Bentuk Penyajian Data Secara umum, pada proses penyajian data yang dilakukan untuk penelitian mengandung 3 jenis karaktristik yang berbeda, diantaranya macam penyajian data yang diperlakukan adalah sebagai berikut; Tabel Grafik/diagram Peta Contoh Penyajian Data Memperjelas tentang penjelasan akan soal penyajian data diatas, maka uaraian lebih lanjutnya adalah sebagai berikut; Tabel Penyajian data dengan tabel merupakan cara yang paling mudah dilakukan dalam sejumlah penelitian statistika. Penyajian dengan tabel ini biasanya dipergunakan untuk kepentingan analisis perbandingan-perbendaingan yang diperlukan dalam teori penelitian sosial. Contoh penyajian data tabelMisalnya saja untuk membandingkan tingkat kepadatan penduduk yang berada di suatu wilayah dan perwilayahan pada periode waktu tertentu, dengan kepadatan penduduk di wilayah lainnya yang berbeda atau sama, tetapi berkorelasi pada topik penelitian Grafik/Diagram Jenis penyajian data yang dipergunakan dalam grafik atau diagram ini sudah mafhum dilakukan dalam serangkaian penelitian-penelitian sosial ataupun eksperimen, yang secara garis besarnya menjelaskan tentang visualisasi penelitian atau informasi tentang kegiatan secara ringkas, menarik, dan jelas. Keunggulan Penyajian Data Dalam Bentuk Grafik Adapun beberapa kelebihan atas penyajian data dalam bentuk diagram atau grafik ini, antara lain adalah sebagai berikut; Pembaca lebih mudah dalam membandingkan data satu dengan data yang lain, Dapat menggambarkan data secara seri Penyajian lebih menarik Selain memiliki kelebihan, sistem penghitungan dan penampilan data penelitian dengan grafik mempunyai kelemahan dibandingkan dengan penyajian lainnya. Mislanya saja akan karakteristknya yang terpaparkan hanya pendapatkan sedangkan detai terdapat dalam table. Peristilah ini kerap kalian disebut dengan aprosimatif. Jenis Grafik dalam Penyajian Data Adapun secara umum, setidaknya ada tiga macam jenis grafik atau diagram dalam penyajian data. Antara lain adalah sebagai berikut; Grafik batang bar graph adalah grafik dalam penyajian data yang mafhumnya diwakili oleh segi empat berbentuk batang, baik horizontal maupun vertikal Grafik lingkaran pie graph adalah prosesi penyajidan yang dilakukan dengan gambaran lingkaran dengan penjelasan persentase disetiap numeriknya Grafik garis line graph adalah bentuk penyajian data yang umumnya hanya dilakukan penggabaran dalam garis/titik-titik Peta Bentuk penyajian data selanjutanya yang kerapkali dilakukan oleh para penelitian, bisanya dalam peta atau garis. Jenis data atau informasi ini lebih mengerucut pada data kependudukan yang ditampilkan dalam bentuk peta, oleh lembaga pemerintahan ataupun masyarakat umum. Alasannya penyajian data peta lebih pada kependudukan lantaran dinilai lebih menarik dan mudah dibaca oleh banyak orang terutama tentang pununjukkan lokasinya. Penyajian data atau informasi penduduk dalam bentuk peta menghasilkan konsep ini misalnya saja dalam syarat peta penduduk. Beberapa bentuk simbol ini bahkan bisa digunakan untuk menggambankan kondisi kepadatan penduduk. Misalnya simbol piktorial atau dapat juga dengan arsiran bersifat kuantitatif serta gradasi warna. Pemilihan simbol yang tepat menjadi hal penting dalam penyajian data dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan. Dari serangkaian penjelasan dapatlah disimpulkan bahwa penyajian data penelitian akan lebih mudah dipahami jika ditampilkan dalam bentuk grafik atau diagram. Diagram yang berbentuk garis biasanya digunakan untuk melihat perkembangan data dalam numerik statistik. Diagram ini memuat data-data yang berkesinambungan atau kontinu seperti contohnya saja penghitungan dalam data jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian penyajian data menurut para ahli, bentuk, dan contohnya. Semoga melalui ulasan ini bisa menambah cakrawala pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian, terutama yang mendalami materi tentang penelitian.
Banyak presentasi menjadi membosankan karena presenter melakukan data dump. Mereka menjejalkan semua data yang ada ke slide presentasi mereka. Hasilnya adalah sebuah presentasi yang ruwet dan membingungkan untuk audiens. Hal ini bisa terjadi karena presenter masih belum mengetahui perbedaan antara data dan informasi. Walaupun keduanya memiliki bentuk yang sama bisa berupa angka, tabel atau grafik akan tetapi fungsi, tujuan dan cara penyajiannya berbeda. Ketika presentasi anda sifatnya adalah presentasi bisnis atau report maka tentunya anda akan banyak berurusan dengan data dan informasi. Langkah pertama untuk bisa menyajikannya dengan efektif adalah dengan mengetahui perbedaan antara data dan informasi. Data vs Informasi Data adalah angka, tabel atau grafik yang disajikan apa adanya tanpa diolah terlebih dahulu. Biasanya pesan apa yang ingin disampaikan masih belum jelas. Informasi adalah angka, tabel atau grafik yang sudah diolah dan disajikan menggunakan media yang tepat. Pesan yang ingin disampaikan juga sudah jelas. Singkat kata, informasi adalah ringkasan dari data yang sudah diolah. Di dalam sebuah presentasi, manakah yang menurut anda harus disajikan? Data atau informasi? Saya yakin anda bisa menjawabnya dengan tepat. Jawabannya adalah informasi. Sifat presentasi adalah menyampaikan poin-poin berupa informasi yang ringkas dan jelas agar mudah diterima dan dipahami oleh audiens. Jikalau anda ingin mendiskusikan tentang data, misalkan saja tentang cara pengolahannya ataukah cara perhitungannya, maka media yang anda gunakan bukanlah presentasi melainkan meeting. Karena di meeting lebih memungkinkan untuk saling berdiskusi dan tukar pendapat. Kesalahan yang sering terjadi adalah kebanyakan orang menggunakan data, bukannya informasi, di dalam sebuah presentasi. Tidak heran akhirnya audiens menjadi kebingungan dan merasa tidak mendapat apa-apa. Saya yakin anda masih bingung-bingung juga mengartikan apa perbedaan dari data dan informasi 🙂 Untuk lebih jelasnya coba akan saya berikan dalam sebuah contoh studi kasus. Contoh Studi Kasus Data vs Informasi Misalkan saja Anda hendak mempresentasikan hasil riset tentang kepuasan pelanggan dari perusahaan anda. Anda ingin membandingkan jumlah pelanggan yang puas dan yang tidak puas. Untuk melakukan riset ini, anda menyebarkan kuisioner ke 300 pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka. Nah, sekarang mari kita lihat perbedaan menyajikan data dan informasi dalam sebuah presentasi. Kita mulai dari yang paling parah yaaa 🙂 dan lihat di level manakah yang biasa anda lakukan Level 0 Menyajikan data yang benar-benar mentah Ini adalah mereka yang sama sekali tidak mau repot mengolah data. Jadi yang mereka lakukan adalah kertas hasil kuisioner discan dan ditampilkan di slide. Berikut adalah contoh tampilannya Hasilnya adalah sebuah tampilan slide yang tidak menarik dan tidak memiliki pesan. Belum lagi sudah pasti tulisannya kecil-kecil dan tidak akan terbaca bahkan oleh yang duduk paling depan sekali pun. Saya bisa menceritakan hal ini kepada anda, karena saya pernah mengalaminya sendiri. Saya duduk sebagai audiens di mana presenter mempresentasikan slide berisi hasil scan kuisionernya. Level 1 Menyajikan data mentah Ada juga presenter yang menyajikan data hasil kuisioner tersebut dengan memindahnya ke dalam tabel. Hasilnya kurang lebih sebagai berikut Haha.. bagi audiens, walaupun tabelnya didesain dengan bagus dan mungkin masih kelihatan angka-angkanya, akan tetapi tetap saja apa yang disampaikan tidak ada artinya. Apa gunanya bagi si audiens atau pengambil keputusan mengetahui jika si Atun tidak puas atau si Jamilah puas dengan perusahaan kita. Belum lagi mereka harus tersiksa ketika slide-slide berikutnya sampai dengan 300 responden juga mengungkapkan data mentah serupa. Level 2 Menyajikan data setengah matang Presenter yang sudah mulai rajin akan merekap data, mengolah dan akhirnya menyajikan hasilnya. Dalam studi kasus ini, mungkin inilah hasil yang didapat dari presenter yang mulai rajin Lo Pak.. tapi apa salahnya data tabel di atas? Data di atas sudah diolah tapi belum disajikan dalam format dan media yang tepat. Berikut adalah ulasan saya mengapa tampilan di atas masih saya sebut data setengah matang. menggunakan satuan yang kurang tepat. Tabel di atas disajikan dalam satuan jumlah responden yang bisa berubah-ubah angkanya tergantung jumlah responden. Akan lebih tepat jika satuannya dibuat menjadi persentase. menggunakan media yang tidak tepat. Jika tujuan anda adalah untuk membandingkan maka tabel bukanlah media yang tepat. Fungsi tabel adalah membuat audiens mengingat suatu nilai angka secara pasti. Untuk perbandingan lebih cocok menggunakan pie chart atau bar chart. Sehingga berdasar dari dua hal tersebut, maka perbaikan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut Level 3 Menyajikan informasi dalam media yang tepat Setelah mengolah data, anda juga harus memilih satuan dan media yang tepat sehingga informasinya bisa tersampaikan dengan jelas. Berikut adalah hasil dari survey kepuasan pelanggan dalam bentuk pie chart Nah.. lebih jelas dan lebih mudah dibaca bukan? Dari chart di atas kita bisa langsung membandingkan persentase konsumen mulai dari yang tidak puas sampai yang sangat puas. Ini adalah sebuah presentasi yang menyajikan informasi bukannya data-data saja. Akan tetapi, chart di atas sebetulnya masih bisa ditingkatkan lagi. Ini dia level berikutnya. Level 4 Menyajikan informasi disertai pesan yang jelas Berikut adalah contoh penyajian informasi yang lebih dioptimalkan lagi supaya pesan yang disampaikan benar-benar bisa diterima dengan jelas. Ada beberapa poin optimalisasi dari pie-chart di atas dibandingkan dengan level sebelumnya. Berikut adalah contoh-contohnya Pesan yang ingin disampaikan ditulis dengan jelas. Pada chart level sebelumnya hanya dituliskan “Survey Kepuasan Pelanggan”, sedang pada level ini pesan yang ingin disampaikan yaitu “Mayoritas Pelanggan Tidak Puas dengan Pelayanan Kita” lebih ditekankan Bagian chart yang menjadi fokus diberikan kontras. Pada chart level sebelumnya tiap kategori kepuasan diberi warna berbeda. Sedang pada level ini bagian yang ditonjolkan yaitu customer yang tidak puas diberi kontras warna yang berbeda signifikan dengan kategori lainnya. Jadi itu tadi adalah level atau tingkatan-tingkatan dalam menyajikan data atau informasi di dalam presentasi anda. Sampai di level manakah biasanya anda menyajikan data dan informasi yang anda miliki? Saya harap dengan artikel ini akan mampu membuat presentasi bisnis atau report anda berikutnya lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh audiens Slide Design Made Easy Anda tidak hanya dibimbing dalam aspek teknis penggunaan software misal cara membuat pie chart atau bar chart, akan tetapi anda juga akan mendapatkan prinsip penggunaanya seperti contoh yang dibahas dalam artikel ini. Mayoritas pembahasan juga menggunakan video tutorial yang akan membuat anda lebih memahami dan menikmati pembelajaran. Dan masih ada banyak lagi pembahasan yang bisa anda dapatkan sehubungan dengan penyajian presentasi bisnis serupa di atas misal saja teknis pembuatan chart, aspek pemilihan chart, teknik optimalisasi chart. Informasi lengkapnya, silahkan lihat informasi di bawah halama ini atau klik tombol berikut ini Info Detil Slide Design Made Easy
Penyajian data merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan penulisan laporan ilmiah, laporan perusahaan, maupun untuk keperluan lainnya seperti penulisan berita dan data adalah kegiatan menampilkan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami melalui tabel, grafik/ diagram atau bentuk lainnya, untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, pola, kecenderungan maupun pencilan dalam artikel ini, kita akan bersama-sama melihat beberapa metode penyajian data, meliputi pengertian, bentuk-bentuk, teknik dan contoh penyajian penyajian dataPenyajian data adalah kegiatan menampilkan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami melalui tabel, grafik/ diagram atau bentuk lainnya, untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, pola, kecenderungan maupun pencilan dalam kegiatan penelitian, penyajian data termasuk dalam satu kegiatan dalam pembuatan laporan penelitian yang dilakukan untuk memperlihatkan data dan informasi yang telah dikumpulkan, beserta hasil data sangat berkaitan dengan statistika, terutama statistika deskriptif. Dalam statistika, penyajian data statistik diartikan sebagai suatu bentuk penataan data statistik agar data statistik lebih mudah dibaca dan mudah dipahami oleh pengguna data, sehingga kesimpulan-kesimpulan yang diambil terhadap data akurat dan tidak penyajian data adalah agar data ditampilkan ke dalam bentuk tertentu seperti tabel ataupun grafik agar lebih mudah dipahami oleh pengguna atau pembaca penyajian data beserta contohnyaAda bentuk-bentuk penyajian data dalam statistika yang dapat digunakan sesuai dapat disajikan dalam bentukTabelDiagramNarasi/ teksNumerikPetaAgar lebih lengkap penjelasannya, saya sertakan contoh dan bila memungkinkan, cara keperluan tersebut, kita akan gunakan data sederhana SDN WanokuniNamaDesa Orang TuaMatematikaIPAIPSLuffyRingoLPNS354ZoroKuriLPNS543UsopRingoLWiraswasta538BrookKuriLSeniman589FrankyKuriLSeniman678RobinKuriPPeneliti699NamiUdonPKaryawan swasta789JinbeUdonLKaryawan swasta856SanjiKuriLKaryawan swasta967CarrotUdonPPNS978KaidoOniLWiraswasta355YamatoOniPSeniman467KingOniLPeneliti545QueenOniLWiraswasta456JackOniLKaryawan swasta334Penyajian data dalam bentuk tabelData yang sudah kita kumpulkan atau yang kita dapatkan dari proses sampling atau pengumpulan data maupun sumber lain biasanya berupa data-data ini akan ditampilkan dalam dokumen seperti laporan ilmiah, maka data tabel perlu disajikan dengan penyajian data dalam bentuk tabel yaituTabel baris kolomTabel kontingensiTabel distribusi frekuensiTabel ringkasanTabel baris kolomTabel baris dan kolom merupakan tabel sederhana, di mana setiap data ditampilkan apa adanya. Contoh paling sederhana adalah tabel yang sudah ditampilkan di atas dapat juga berupa tabel frekuensi, yaitu tabel yang menunjukkan jumlah berdasarkan kategori tertentu. Misal Jumlah siswa berdasarkan jenis lainnyaJumlah penduduk per kabupaten di Provinsi siswa SMA per kecamatan di Kabupaten kontingensiTabel kontingensi adalah tabel baris dan kolom yang memiliki karakteristik tersendiri, yaitu menyajikan data dengan 2 faktor atau 2 variabel. Setiap variabel terdiri dari sejumlah kategori yang dapat muncul sebagai baris, kolom, dan kontingensi mendeskripsikan asosiasi antara dua variabel kategorikal atau lebih dengan menampilkan frekuensi dari semua kombinasi kontingensi dapat dibagi menjaditabel kontingensi dua arahtabel kontingensi tiga arahJika kembali menggunakan contoh data kita, kita dapat membuat data jumlah siswa berdasarkan pekerjaan tabel dua arah Siswa berdasarkan asal desa dan jenis kelaminDesa/JKLPTotalKuri415Ringo22Udon123Total7310Contoh tabel dua arah Siswa berdasarkan pekerjaan orang tua, asal desa, dan jenis kelaminPekerjaan orang tuaKuriOniRingoUdonLPLPLPLPKaryawan swasta1 1 11Peneliti 11 PNS1 1 1Seniman2 1 Wiraswasta 2 1 Grand Total41412012Tabel distribusi frekuensiTabel distribusi frekuensi digunakan untuk menampilkan distribusi frekuensi untuk data kategorikal atau numerikal data yang kita miliki berjumlah banyak, kita juga bisa tambahkan kolom frekuensi relatif, dalam bentuk persentase contoh penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi variasi pengamatan yang kita miliki cukup banyak, kita bisa juga membuat tabel distribusi frekuensi kita kelaskan terlebih dahulu setiap pengamatan, baru kemudian menghitung contoh di bawah ini data dalam bentuk diagramKita dapat meringkas dan menyajikan data secara visual menggunakan diagram atau cara ini, kita dapat memberi gambaran tentang data kita secara cepat, atau untuk menonjolkan atau mempertegas insight atau temuan dari banyak sekali jenis-jenis penyajian data dalam bentuk diagram atau grafik. Berikut tiga yang paling populerDiagram batangDiagram lingkaranHistogramDiagram batangDiagram batang merupakan suatu diagram yang menggunakan perbedaan panjang batang-batang persegi untuk menampilkan batang sangat sesuai digunakan untuk tujuan membandingkan antar Siswa berdasarkan pekerjaan orang tuaDiagram lingkaranPie chart atau diagram lingkaran digunakan untuk menampilkan data kategorik khususnya data nominal. Penyajian ini menunjukkan distribusi data dalam group total 100%. Setiap kelas data disajikan dalam bentuk %, terkadang perlu menyajikan pula jumlah data contoh, berikut penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran untuk jumlah siswa berdasarkan jenis digunakan untuk menunjukkan sebaran frekuensi dari data numerikal. Bisa distribusi dari frekuensi-nya atau frekuensi relatif-nyaHistogram dapat digunakan untuk melihatUkuran penyebaran dan ukuran pemusatan dataAdanya data outlierMendeteksi ada bimodus/tidakBerikut ini contoh data hasil UN mata pelajaran IPS yang disajikan dalam bentuk data dalam bentuk narasi/ teksDalam format ini, data disajikan dalam bentuk narasi melalui kalimat. Biasanya, data-data yang disajikan berupa data deskriptif hasil penelitian contohMayoritas penduduk menanggapi program vaksinasi dengan Desa Abdi berpenghasilan rendah menolak pembangunan hotel data dalam bentuk numerik/ angkaBiasanya, penyajian ini berupa kalimat yang di dalamnya disertai pula statistik berupa angka rata-rata, presentase atau jumlah suatu kejadian atau contohnyaIndonesia memiliki pulau yang tersebar dari Sabang sampai nilai ujian matematika SD N Wano adalah 7, data dalam bentuk petaJika data memiliki informasi lokasi, data tersebut dapat disajikan dalam bentuk data dalam bentuk peta memiliki kelebihan. Kelebihan itu di antaranya, pembaca dapat melihat dengan jelas lokasi, distribusi, pola dan kecenderungan suatu kejadian tertentu secara contoh, lihat perbandingan data sebaran tindakan kriminal yang disajikan dalam bentuk tabel dan peta berikut yang disajikan dalam bentuk peta dapat menunjukkan bahwa kejadian kriminal ternyata berpusat pada daerah-daerah tertentu dan lebih tinggi di daerah utara jika dibandingkan dengan sebelah artikel ini, kita telah bersama-sama melihat beberapa metode penyajian data, meliputi pengertian, bentuk-bentuk, teknik dan contoh penyajian dapat disajikan dalam banyak bentuk dan banyak cara. Bentuk penyajian data akan tergantung pada pengguna atau pembaca dan informasi atau data yang perlu disampaikan.
cara yang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data adalah